Memperluas Jangkauan Sinyal HT UHF   Leave a comment

Kekuatan sinyal frekwensi UHF (Ultra High Frequency) sangat dipengaruhi oleh jarak pandang (line of sight) dan juga objek – objek yang berada di antara stasiun, maka timbul pertanyaan bagaimana cara untuk mengatasi kelemahan dari frekwensi tersebut?. Jawabannya adalah dengan menggunakan Repeater.

Apakah Repeater itu ?

Secara singkat repeater bisa diartikan sebagai medium yang dapat menerima sinyal untuk kemudian memprosesnya dan di pancarkan kembali. Jadi apa hubungannya dengan meningkatkan kekuatan sinyal?

Karena repeater terdiri dari Transmitter dan Receiver maka sinyal yang masuk dikuatkan dulu kemudian sinyal tersebut di pancarkan kembali. Penguatan sinyal pada repeater ini bisa sampai 40-50 kali. Jika pancaran sebuah HT maksimalnya 2 watt (tergantung spesifikasi dan merek) maka pancaran sebuah repeater bisa mencapai 60-75 watt. Analoginya jika sebuah stasiun mengirimkan sinyal dengan melewati repeater, maka sinyal tersebut akan mengalami penguatan sebelum dikirimkan kembali ke stasiun lawan yang masih berada dalam jangkauan (range) repeater. Nah dengan tujuan untuk menambah jangkauan tersebut, itulah sebabnya repeater selalu diletakkan di areal yang cukup tinggi, misalnya di areal menara, ataupun perbukitan, dengan ketinggian antenna-nya disarankan lebih dari 30 meter dari permukaan tanah.


Gambar 1                                                                                         Gambar 2

Perhatikan perbedaan kedua gambar diatas, gambar pertama menunjukkan ketika dua stasiun saling melakukan transmisi, tetapi tidak dapat menjangkau stasiun lainnya. Sedangkan pada gambar kedua, dengan menggunakan repeater, kedua stasiun dapat berhubungan karena berada dalam jangkauan repeater. Secara teori, jika tidak menggunakan repeater, jangkauan sinyal frekwensi UHF hanya sekitar 2 km, tetapi dengan menggunakan repeater bisa mencapai sekitar 40 km – 100 km, tergantung ketinggian Antena repeater tersebut.

Selain itu dengan menggunakan beberapa repeater secara bersamaan, jangkauan sinyal transmisi bisa semakin jauh.

Dibawah ini adalah salah satu contoh Repeater Motorola GM338

Repeater buatan Motorola ini, paling banyak digunakan saat ini, baik diinstansi pemerintah, swasta bahkan di kalangan militer, karena repeater merek ini lebih stabil dan juga lebih simpel, serta cara instalasinya pun cukup mudah.

Prosedur umum pada saat melakukan instalasi repeater:

  1. Pastikan Repeater anda dalam keadaan baik, dan juga pastikan setting frekwensi pada Receiver dan Transmitter sudah benar.
  2. Survei area tempat Repeater yang akan diinstalasi, disarankan di perbukitan dan memiliki sumber power listrik, serta memiliki fasilitas grounding yang baik. Apabila Repeater akan di gunakan diPerkotaan, maka anda harus mendirikan sebuah Tower atau bisa juga mengontrak tower-tower milik stasiun radio, atau tower swasta, atau diatas gedung bertingkat. Yang pasti kalau ingin mendapatkan hasil yang maksimal, sebuah Repeater harus ditempatkan diatas ketinggian.
  3. Setelah menemukan area yang baik, persiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti Repeater beserta kabel – kabelnya (Kabel Coaxial, Kabel Power), Antena Repeater, Stabilizer 2000W, Kabel Grounding, SWR Meter, Multi Meter dan juga jangan lupa untuk membawa peralatan pendukung instalasi seperti obeng, tang, Solder, kunci ring dan kunci pass, Connector solasi dsb.
  4. Mulailah dengan menghubungkan port Ground pada repeater dengan panel Grounding di area instalasi dengan menggunakan kabel Grounding.

Catatan: Jika fasilitas grounding tidak tersedia di area tersebut, berarti anda harus mempersiapkan besi kuningan dengan ukuran panjang minimal 5 meter sebagai penghantar. Kemudian setelah anda mengikat kabel Grounding pada besi, tanamlah besi tersebut dengan kedalaman minimal 8 meter di bawah permukaan tanah. Proses pembuatan grounding selengkapnya akan di bahas pada artikel selanjutnya.

1.      Setelah proses grounding selesai,lakukan instalasi Antena Repeater dengan memasangnya pada posisi yang cukup tinggi, minimal 30 meter diatas permukaan tanah. Namun perlu diingat kedudukan antenna harus berada di bawah Penagkal petir. Ini untuk menghindari antenna anda dari sambaran petir.

2.      Kemudian Pasang konektor di kedua ujung kabel Coaxial. Pemasangan konektor harus rapi dan diisolasi, hal ini untuk menghindari kabel Coaxial anda kemasukan air hujan, kemudian pasanglah ujung konektor tersebut ke Antena dan ujung yang lainnya ke SWR Meter dan sambungkan output SWR Meter ke Repeater. Lakukan instalasi kabel dengan sangat hati – hati dan rapi, untuk menghindari kerusakan pada kabel. Harap diingat kabel Coaxial ini jangan sampai tertekuk ataupun sobek, karena akan mengurangi kekuatan sinyal bahkan dapat merusak Repeater itu sendiri.

3.      Jika semuanya telah terpasang dengan benar, maka pasanglah kabel Power pada Repeater dan hubungkan dengan stabilizer sebelum menghubungkannya pada socket arus listrik.

4.      Hidupkan Repeater, dan pastikan tombol Enable Repeater pada Repeater sudah di aktifkan.

5.      Cobalah melakukan transmisi, lihatlah pergerakan SWR harus menunjukkan lebih kurang 1,5. Apabila melebihi 1,5 maka Antenanya tidak matcing. anda harus mengecek kembali intalasinya atau anda harus mengukur kembali Antena tersebut disesuaikan dengan Frequency Repeater.

Segini aja dulu semoga bermanfaat.

Posted Desember 2, 2010 by tofan84 in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: